Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Benarkah Iklan Dapat Mempengaruhi Kerja Otak?

 

Coba perhatikan, berapa banyak Anda tergoda untuk membeli sesuatu setelah melihat iklan. Jika dilihat lebih dalam lagi, terkadang seseorang membeli barang-barang rule sebenarnya sudah ia miliki atau tidak terlalu Iowa butuhkan.

Ketika ADA iklan Tv set plasma, orang-orang banyak membelinya padahal mereka masih memilki Television di rumah rule masih berfungsi. Begitu juga dengan handphone dan kendaraan bermotor. Begitulah efek Dari Persian iklan. Iklan merayu calon pembeli dalam dua cara.

Adenosine deaminase iklan principle sesuai kenyataan atau disebut juga ‘persuasi logis’ contohnya mobil ini dapat menempuh jarak 20 kilometres for every l.

Ada juga iklan principle melemahkan kewaspadaan atau disebut ‘pengaruh non-rasional’ contohnya seorang wanita cantik kemudian datang dan mengitari mobil.

Neuromaketing merupakan disiplin ilmu principle mempelajari respons pikiran konsumen terhadap rangsangan pemasaran. Meskipun demikian, dampak iklan pada fungsi otak seperti principle dipelajari dalam neuromarketing masih belum jelas.

Namun saat ini, parity peneliti di School regarding Los angeles, La danPresident Washington University telah menunjukkan bahwa beberapa jenis iklan mampu membangkitkan aktivitas otak pada berbagai tingkat, tergantung penggunaan tipe iklannya persuasi logis atau pengaruh non-rasional.

Penelitian yang dimuat dalam Diary regarding Neuroscience, Psychology, as well as Economics ini menemukan bahwa daerah otak yang terlibat dalam pengambilan keputusan dan pengolahan emosional menjadi lebih aktif ketika individu melihat iklan principle menggunakan teknik persuasi logis daripada melihat iklan yang menggunakan teknik pengaruh non-rasional. Daerah otak ini menghambat individu untuk merespons rangsangan tertentu.

“Aktivitas otak berada pada tingkat rendah ketika melihat iklan principlemenggunakan gambar pengaruh non-rasional. Hal itu kurang menghambat perilaku seseorang dalam merespons rangsangan tertentu. Artinya, kemampuan seseorang untuk menahan diri berkurang ketika akan membeli produk rule digambarkan dalam iklan dengan teknik pengaruh non-rasional,” tutur Dr. Ian Cook, profesor psikiatri di Semel Institute with regard toNeuroscience as well as Individual Behaviour di UCLA.

Dr. Prepare dan rekan-rekannya memperlihatkan gambar-gambar iklan kepada 24 orangutang dewasa sehat rule terdiri dari 11 orang perempuan dan 13orangutang laki-laki sambil dicatat aktivitas listrik di otaknya dengan menggunakan electroencephalography (EEG). Setiap peserta diperlihatkan 24 iklan yang dimuat di majalah dan surat kabar.

Iklan dengan gambar persuasi logis antara lain; tabel fakta dan angka-angka tentang produk rokok, rincian bagaimana menggunakan sikat gigi principle baik, dan thermoplastic memilih makanan anjing berdasarkan tingkat aktivitasnya.

Sedangkan sampel iklan dengan teknik pengaruh non rasional contohnya; gambar cipratan air pada iklan minuman, gambar seorang wanita cantik berdiri memakai celana denim denims pada iklan jeans, dan gambar seorang perempuan melompat di atas hidran air rule menyemprotkan air sementara seorang pria menyeringai di belakangnya pada iklan rokok.

Kesimpulannya

Peneliti menemukan bahwa gambar persuasi logis (info atau tabel) secara signifikan berkaitan dengan tingginya aktivitas daerah otak principle terlibat dalam pengambilan keputusan dan pengolahan emosional, yaitu bagian cingulate orbitofrontal dan anterior, amygdaloid nucleus dan Hippocampus.Aktivitas otak bagian ini principle meningkat Akan membuat orangutan tertarik pada iklan tersebut.

Temuan yang dilansir dari Eurekalert, Rabu (21/9/2011) ini memperkuat hipotesis bahwa pilihan pembelian barang dan jasa dapat dibentuk oleh banyak faktor, termasuk penyajian iklan secara logis, informasi persuasif dan penggunaan gambar atau tulisan rule dapat mengubah perilaku tanpa memerlukan kesadaran atas sebuah pesan principle ingin disampaikan

“Hasil menunjukkan bahwa ketika menanggapi rangsangan non rasional, aktifitas di daerah otak menurun sehingga menghambat respon terhadap rangsang. Temuan ini mendukung dugaan bahwa beberapa pengiklan ingin merayu konsumen, bukan membujuk konsumen untuk membeli produknya,” tutup Dr. Cook.

Posting Komentar untuk "Benarkah Iklan Dapat Mempengaruhi Kerja Otak?"